Tampilkan postingan dengan label Informasi dan Proses Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi dan Proses Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

REA Model

REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS).Model dasar REA adalah versi unik dari ER-diagram yang terdiri dari 3 jenis entitas (resources,events, dan agents) dan kumpulan notasi untuk menghubungkan ke 3 entitasREA memperlakukan sistem akuntansi sebagai representasi virtual bisnis yang sebenarnya. Dengan kata lain, itu menciptakan objek komputer yang langsung mewakili benda nyata dunia bisnis. Dalam istilah ilmu komputer, REA adalah suatu ontologi. Objek nyata termasuk dalam model REA adalah:

-Barang, jasa atau uang yaitu sumber daya.
-Transaksi bisnis atau perjanjian yang mempengaruhi sumber daya, yaitu,Kejadian
-Orang atau badan-badan manusia lain (perusahaan lain, dll), yaitu, agen.
Ini kontras objek dengan istilah akuntansi konvensional seperti aktiva atau kewajiban, yang kurang langsung terkait dengan objek dunia nyata. Sebagai contoh, aset akuntansi konvensional seperti goodwill tidak sumber REA.
REA sistem biasanya dimodelkan sebagai database relasional, meskipun hal ini tidak wajib. Desain biasanya menggunakan diagram entitas-hubungan. Filosofi dari REA mengacu pada gagasan Pola Desain dapat digunakan kembali.
Model dasar REA sbb:
-Resources, adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi. Mereka didefinisikan sebagai objek yang terbatas dan dikendalikan oleh organisasi.
Warm Regards,
-Events, dalam model REA dibedakan menjadi event ekonomi dan event pendukung (support). Event ekonomi adalah aktivitas yang berpengaruh untuk mengurangi dan menambah resources.

-Agents, adalah individu dan departemen yang berpartisipasi pada event ekonomi maupun pendukung. Mereka adalah pihak baik di dalam maupun di luar organisasi dengan kewenangan untuk menggunakan maupun menambah resources ekonomi organisasi. Setiap event akan dihubungkan dengan minimal 1 internal agent dan 1 eksternal agent

Sumber: Lecture Note Informasi dan proses bisnis

REA ( Resource, event, agent )

Model REA adalah suatu alat pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk melengkapi struktur dalam perancangan database SIA. Dalam model REA ditentukan:
entity apa yang harus disertakan dalam database SIA dan bagaimana susunan relationship antara entity dalam database SIA.

* Bentuk dasar dari model REA ini terdiri dari 3 entitas yaitu :
a.) Resources -> semua yang memiliki nilai ekonomi dan merupakan objek yang dipertukarkan oleh organisasi dengan mitra dagangnya
b.) Events -> Event ekonomi dalam model REA dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
- Event ekonomi (mempunyai dampak mengurangi atau menambah resources)
- Event pendukung (meliputi pengendalian, perencanaan, maupun aktivitas manajemen lainnya yang berkaitan dengan event ekonomi namun tidak mempengaruhi resources secara langsung)
c.) Agents serta sekumpulan notasi yang menghubungkannya -> merupakan individu dalam maupun diluar organisasi yang terlibat dalam event ekonomi.
- Setiap entity event juga dihubungkan dengan dua entity agent. Internal agent adalah pegawai yang bertanggung jawab pada resources yang terlibat dalam event. Sedangkan external agent adalah pihak luar yang berhubungan dengan transaksi.

* Langkah-langkah untuk membuat model REA ini adalah :
1. Identifikasi entitas event yang akan dibuat modelnya.
2. Identifikasi resources yang berubah karena eventnya
3. Identifikasi entitas agent yang berpartisipasi dalam event
4. Menentukan hubungan dan kardinalitas antar entitas.

* Langkah untuk melakukan integrasi ini adalah:
1. Konsolidasi model individual
2. Mendefinisikan primary key, foreign key dan atribut
3. Membuat database fisik dan user view

Sumber:
Yusniarti  (Mahasiswa Binus Online Learning)

Jumat, 24 Februari 2012

Informasi dan proses bisnis


Apa beda antara resiko dan ancaman?
Resiko adalah segala hal yang mungkin berdampak pada kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan- tujuannya. Risiko adalah segala potensi dimana sebuah ancaman akan mengeksploitasi kelemahan suatu asset /sistem/proses yang dapat mengakibatkan kerugian atau kerusakan pada asset /sistem/proses. Karena dampak dari risiko sejalan dengan nilai kerugian atau kerusakan dan estimasi frekuensi amcaman.
Dan ancaman adalah potensi dimana sebuah sumber kejadian berhasil memanfaatkan kelemahan yang ada. Sebuah sumber ancaman tidak akan menimbulkan risiko jika tidak ada kelemahan yang dapat dimanfaatkan. Dalam menentukan kecederungan sebuah ancaman, maka harus
dipertimbangkan sumber ancaman, potensi kelemahan dan kontrol yang ada
Apakah kita harus mengendalikan semua resiko? Jelaskan pendapat anda!
Menurut saya kita harus bisa untuk mengendalikan semua resiko yang ada, karena dengan demikian ukuran resiko yang potensial akan terkendali dengan baik, sebab resiko yang potensial sangat berdampak terhadap tercapainya tujuan perusahaan/organisasi. Dan tentu akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi perusahaan/organisasi. Dengan mengendalikan resiko, maka tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai, infomasi yang  dihasilkan oleh perusahaan dapat dipercaya dan dapat dipertanggung jawabkan baik informasi keuangan atau informasi lainnya yang bisa bermanfaat bagi perusahaan serta kegiatan perusahaan dapat sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Apa bedanya tugas dan tanggung jawab?
Tugas merupakan segala sesuatu yang wajib dikerjakan atau dilakukan berdasarkan perintah yang sudah ditentukan. Setiap individu di dalam organisasi telah diberikan tugas sesuai dengan posisinya.
Tanggung jawab merupakan kewajiban seorang karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan. Kesadaran dalam bekerja meliputi bagaimana kesadaran seorang karyawan dalam mentaati peraturan dan bagaimana sikap karyawan terhadap peraturan perusahaan dengan tanggung jawab dan kesadaran kerja tersebut, karyawan dapat dan selalu berusaha bekerja sesuai dengan peraturan dan tujuan yang ditetapkan. Jadi karyawan yang dalam bekerjanya memiliki tanggung jawab kerja dapat dikatakan bahwa mereka memiliki komitmen yang tinggi untuk keberhasilan suatu organisasi.
Berikan contoh application control dan physical control!
Application control merupakan tempat dimana user atau pengguna berinteraksi dengan komputer. Application control berhubungan langsung dengan sistem pengolahan transaksi.
Aktivitas aplikasi atau sistem ini seperti untuk operator, pengguna data jarak jauh, kontol transmisi file, aktivitas data-base yang terdistribusi dll.. Selain itu Application control bertanggung jawab terhadap keberadaan sumber komunikasi yang dituju serta menentukan apakah sumber daya komunikasi yang dituju tersedia. Contoh: www (IE, Mozilla, Opera), e-mail gateway (SMTP, X.400), electronic data interchange (EDI), utility navigasi internet (Google, Yahoo!).
Physical control melakukan dua hal yaitu mengirim bit dan menerima bit. Bit hanya mempunyai dua nilai, 1 dan 0. Dengan mengatur sirkuit yang mempunyai karakteristik yang berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan menonaktifkan hubungan fisik. Layer ini juga berhubungan dengan tingkatan karakter voltase, waktu perubahan voltase, jarak maksimal transmisi, konektor fisik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik.
Contoh: 10BaseT, 100BaseTX, HSSI, V.35, X.21.
Ada istilah “auditing around” dan “auditing through” the computer. Apa bedanya?
Jawab
1. Auditing-around the computer
yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer tanpa menggunakan kemampuan dari peralatan itu sendiri. Audit terjadi sebelum dilakukan pemeriksaan secara langsung terhadap data ataupun program yang ada didalam program itu sendiri. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output, sehingga tidak perlu memperhatikan pemrosesan komputer.
Kelemahannya:
a.Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
b.Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik
c.Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
d. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif
e. Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir
f. Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit
2. Auditing-through the computer
Yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas komputer yang sama dengan yang digunakan dalam pemrosesan data. pendekatan audit ini berorientasi computer yang secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam system computer dengan asumsi bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan penyalahgunaan dapat dideteksi. Pendekatan ini dapat menggunakan perangkat lunak dalam bentuk specialized audit software (SAS) dan generalized audit software (GAS).
Pendekatan Audit ini digunakan bila pendekatan Auditing Around the Computer tidak cocok atau tidak mencukupi. Pendekatan ini dapat diterapkan bersama-sama dengan pendekatan Auditing Around the Computer untuk memberikan kepastian yang lebih besar.


Sumber :http://vizi.blog.binusian.org/category/informasi-proses-bisnis/

Informasi dan Proses bisnis


Bagaimana anda menentukan banyaknya aktvitas perekaman data, pengelolaan, dan pelaporan informasi yang dibutuhkan pada suatu aplikasi TI ?
perekaman data harus  lengkap, akurat atau tidak ada data yang salah.

pengelolaan data seperti mengubah, menghapus ataupun menambahkan data harus dilakukan dengan baik.

pelaporan informasi yang disampaikan kepada orang yang berhak, informasi harus benar dan bisa dipertanggung jawaban, dan informasi yang  disediakan harus tepat  pada waktu yang dibutuhkan. Sehingga dengan aktivitas-aktivitas tersebut dapat digunakan pada suatu aplikasi TI.

Jelaskan 3 jenis output yang dibutuhkan oleh user !
Internal output digunakan untuk para pemilik dan pengguna sistem dalam

sebuah perusahaan. Output internal mendukung operasi bisnis sehari-hari atau

pengawasan manajemen dan pengambilan keputusan.

Tiga jenis output internal adalah sebagai berikut:

1. Detailed Report, menyajikan informasi dengan sedikit atau tanpa dilakukan

penyaringan atau pembatasan. Contoh daftar seluruh tagihan pelanggan.

2. Summary Report, berisi informasi dari manajer yang tidak perlu diperlihatkan

keseluruhan laporan secara detail. Contoh laporan ringkasan total penjualan

dalam hitungan bulanan dan grafik penjualan per-tahun

3. Exception Report, menyaring data sebelum ditunjukkan kepada manajer

sebagai sebuah informasi. Contoh laporan persediaan barang yang hamper

habis.

Eksternal Output bersifat keluar organisasi. Output ini ditujukan kepada

konsumen, pemasok, mitra bisnis dan badan pemerintahan. Output eksternal

menyimpulkan dan melaporkan transaksi bisnis. Contoh faktur, nota pembelian,

jadwal kursus, tiket pesawat, tagihan telepon dan lain sebagainya.

Turnaround Output adalah output eksternal yang akhirnya masuk kembali

ke dalam sistem sebagai input. Contoh tagihan telepon yang hasil pembayaran

pelanggan menjadi inputnya.

Jelaskan setiap tahapan dari 4 tahapan analisis dan perancangan sistem yang diperkenalkan pada pertemuan 4 dan 5 !
A. Tahapan analisis – menentukan kebutuhan sistem dan membuat struktur kebutuhan

dengan membuat model proses, model logical, dan model konseptual.

>Mendefinisikan kebutuhan sistem(System Requirement)

Dengan membuat rencana dan melakukan oraganisir untuk menyelesaikan proyek.Setelah menyelesaikan detil rencana, dan  mendefinisikan kebutuhan sistem, tantang ekspetasi sistem, keputusan dan pekerjaan yang didukung, serta mementukan Sistem yang akan membantu dalam pencapaian tujuan organisasi. dan menambahkan proses informasi, termasuk penyimpanan data dan aliran data ke dalam analisis.Proses informasi dan dukungan data mendukung manajemen dalam proses perencanaan, pengendalian dan evaluasi.

> tructuring System Requirements using Process Modeling

pada tahapan ini harus melengkapi sistem yang akan di buat dalam bentuk formal. Pada tahapan ini analis harus membuat teknik pemodelan dengan menggunakan diagram aliran data(DFD-data flow diagram) dalam bentuk grafik. Untuk tujuan analisis dan perancangan, harus memasukkan semua sumber dokumen dan laporan yang didefinisikan pada context diagram dalam lingkup analisis dan perancangan.

Dengan teknik pemodelan proses, tidak boleh mengabaikan detail dalam setiap langkah aliran data dan proses.

> Structuring System Requirement using Logical Modeling

model logical digunakan  untuk merepresentasikan logika pengolahan informasi pada diagram aliran data. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan secara terstruktur proses logical yang terdapat pada setiap diagram aliran data. Teknik ini mengcakup structured English, decision tables, decision trees dan state transition diagram.

> Structuring system requirement using conceptual Data modeling

Untuk membuat model data yang digunakan di dalam sistem merupakan pemodelan data secara konseptual. gunakan untuk membuat model konseptual data adalah E-R diagram. Dengan E-R diagram bisa menggambarkan hubungan antar entitas. Entitas yang didefinisikan di sini sesuai dengan model REAL adalah.

1.Resources : Sumber daya, contohnya seperti produk, material, jasa, mesin

2. Events : aktivitas, contohnya pembayaran, pembelian, penugasan, pendaftaran

3. Agents : Pelaku (Aktor), contohnya, Suplier, pelanggan, karyawan, siswa

4. Locations : Lokasi, contohnya seperti cabang, pusat, pabrik, wilayah, negara

B. Tahapan perancangan logical – Merancang database, form, laporan, interfaces dan

dialogues.

Pada tahapan perancangan secara logis ini terdiri dari beberapa komponen utama termasuk merancang form dan laporan, merancang user interface dan dialog, merancang database dengan teknik pemodelan secara logis. menggunakan model konseptual data sebagai panduan untuk membuat model data secara logis yang akan digunakan untuk pembuatan database secara fisik. Tantangan yang akan dihadapi disini adalah mendefinisikan struktur data yang tepat untuk merefelskikan proses bisnis secara mendasar. Jika pada tahapan ini aja sudah  gagal maka akan berakibat  tidak bisa merancagan aplikasi TI yang akan merekam data dari aktivitas proses bisnis. beberapa alternatif pemodelan secara logis untuk mendefinisikan struktur data. Pada perancangan secara logis ini akan gunakan struktur relational database untuk mendefinisikan model REAL dengan cardinality. Langkah berikut pada tahapan ini adalah

1. Mengidentifikasikan kebutuhan relasi

2. Mengidentifikasikan atribut kunci untuk setiap relasi

3. Menghubungkan antar relasi

4. Mendefinisikan atribut bukan kunci

C. Tahapan perancangan fisik – Merancang file fisik, database dan program

Dalam desain database terdiri dari perencanaan awal untuk menentukan kebutuhan atas kelayakan pengembangan/penggunaan sistem baru. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah sistem yang diajukan memiliki kelayakan yang baik secara teknologi maupun secara ekonomi

Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan database secara fisik.

D. Tahapan implementasi dan pengelolaan – Melakukan coding, testing, installing,

dokumentasi, melatih pemakai, user support dan pengelolaan sistem.

Rencana Implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang

dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang

akan dikeluarkan untuk kegiatan implemntasi perlu dianggarkan dalam bentuk

anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian

terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Waktu yang diperlukan untuk

melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk

skedul waktu. Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu

implementasi