Tampilkan postingan dengan label Konsep Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

Yahoo dan Facebook perihal lisensi

Yahoo menggugat jaringan sosial Facebook atas tunduhan dan tuntutan pelanggaran hak paten. Pelanggaran hak paten tersebut yang dilakukan facebook sebanyak 10 paten, yang di dalamnya berhubungan dengan instant messaging, sistem iklan, pengaturan privasi dan metode untuk menyesuaikan iklan dan konten. Sementara itu, Yahoo merupakan perusahaan yang dibentuk lebih dahulu dari pada Facebook, dan seharusnya Yahoo memiliki portofolio paten yang relatif besar jika dibandingkan dengan Facebook.

Selain itu, Yahoo telah menjadi mitra bisnis lama facebook, dan secara tidak langsung perusahaan Yahoo juga mendapatkan manfaat dari facebook. Namun nyatanya Yahoo justru menggugat facebook atas pelanggaran hak paten yang dilakukan Facebook, dan pelanggaran hak paten ini juga menyebabkan nilai Yahoo menurun karena munculnya saingan bisbis dari Facebook.
Dalam kasus ini, pelanggaran yang dilakukan oleh facebook disebut sebagai pelanggaran intelectual property (IP) law, yaitu pelanggaran hukum yang terjadi atas dasar hukum paten, misalnya lisensi dan kompetisi yang tidak fair yang terjadi diantara perusahaan Facebook, dan Yahoo.
Menurut saya, kesalahan yang dilakukan secara tidak langsung dan tidak disadari oleh Facebook, yaitu masuk ke dalam kategori bentuk kesalahan “Nuisance atau kesusahan”. Kesalahan yang dilakukan oleh Facebook telah melanggar hukum dan menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu perusahaan lain (yaitu perusahaan Yahoo) di dalam menjalankan bisnis website-nya. Perusahaan Yahoo merasa tidak nyaman, karena perusahaan tersebut merasakan performance yang menurun, yang dikarenakan persaingan atas patennya yang dilakukan oleh Facebook.

Minggu, 11 Desember 2011

Karakteristik dan keunggulan dari sistem informasi DSS


Soal
Apakah perbedaan karakteristik dan keunggulan dari sistem informasi DSS (Decision Support System) dengan EIS (Executive Information System).

Jawaban.
1. Dapat memfasilitasi para eksekutif dengan penyediaan laporan-laporan ad-hoc report dan exception report yang bersifat:
a. Drill down(memberikan penjelasan yang semakin dan semakin detail melalui penggalian data yang mendalam dan analisis berdasarkan data mining yang baik)
b. Comparative (memberikan penjelasan detail mengenai perbandingan-perbandingan antar report)
c. Analisis trend
d. Pelaporan yang bersifat tidak biasa yang disesuaikan dengan kebutuhan eksekutif yang bersangkutan (exception report)

2. Fasilitas soft information ( jenis informasi yang belum dipastikan keakuratannya tetapi dapat dipakai sebagai antisipasi dan perencanaan ke depan yang cukup membantu para eksekutif dalam membuat kebijakan strategis) misalnya: informasi yang agak soft seperti prediksi, analisis perkiraan trend bisnis dan ekonomi, informasi pesaing, benchmarking, sampai kepada informasi yang paling soft seperti rumor dan gossip bisnis)

Sumber :My lecture:Taufik Hidayat, S.Kom., MM

Manfaat e-SCM TANGIBLE benefits dan INTANGIBLE benefits dan efektifitas implementasi e-SCM secara menyeluruh


Soal
1. Sebutkan beberapa manfaat e-SCM yang berupa TANGIBLE benefits dan INTANGIBLE benefits (manfaat yang nyata dapat dilihat/berwujud dan yang tidak berwujud).
2. Bila salah satu supplier dalam zona/komponen upstream berlokasi di wilayah yang belum terjangkau internet, bagaimana pendapat anda terhadap efektifitas implementasi e-SCM secara menyeluruh?

Jawaban

1.Tangible:Pengurangan gudang dan ketergantungan terhadap gudang, pengurangan ketenagakerjaan,   peningkatan produktivitas, pengurangan biaya-biaya, peningkatan profitabilitas. Intangible: standarisasi, peningkatan respon konsumen dan hubungan baik dengan para mitra bisnis, fleksibilitas, kualitas informasi, dsb.



2.Efektifitas implementasi e-SCM secara menyeluruh?
Menurut pendapat saya perihal satu supplier dalam zona/komponen upstream berlokasi di wilayah yang belum terjangkau internet, bagaimana pendapat anda terhadap efektifitas implementasi e-SCM secara menyeluruh.
Upstream sendiri yaitu dimana barang-barang mentah atau pengadaan dari pemasok eksternal terjadi. Efektifitas secara menyeluruh pasti akan terganggu karena tidak adanya koneksi internet untuk berhubungan dengan mitra yang berada diluar kota tersebut.Ketika E-SCM pada lokasi tersebut dengan cara Integrasi vertikal adalah strategi bisnis di mana perusahaan membeli dari upstream supplier-nya untuk memastikan bahwa bahan kebutuhan pokok yang tersedia segera setelah mereka butuhkan. Selain itu, dengan melakukan kerjasama dengan membuka cabang dengan mitra yang terdekat dengan supplier dalam zona/komponen upstream berlokasi di wilayah yang belum terjangkau internet.



Sumber 1,
[1] Lecture note
[2] Rainer. R. Kelly and Casey G. Cegielski, (2010), Introduction to Information System –Enabling and Transformation Business, Third Edition, John Wiley & Sons, Inc., UnitedStates, chapter 10 & 12.



Sumber 2: My Lecture :Taufik Hidayat, S.Kom., MM
              Ahmad Latip (Mahasiswa Binus University)